Rabu, 04 Desember 2013
Share this Article on :
Teori Hibridisasi Animasi Hibridisasi Klik Disini Selain menggunakan teori VSEPR, bentuk molekul juga dapat diramalkan melalui pembentukan orbital hibrida, yaitu orbital-orbital suatu atom yang diperoleh saat dua atau lebih orbital atom bersangkutan yang memiliki tingkat energi yang berbeda, bergabung membentuk orbital-orbital baru dengan tingkat energi sama (terjadi pada proses pembentukan ikatan kovalen). Hibridisasi adalah proses penggabungan orbital-orbital atom (biasanya pada atom pusat) untuk mendapatkan orbital hibrida. Hubungan antara jumlah dan jenis orbital atom pusat yang digunakan pada proses hibridisasi terhadap geometri molekul senyawa bersangkutan dapat dilihat pada tabel berikut ini: Pure Atomic Orbitals of the Central Atom Hybridization of the Central Atom Shape of Hybrid Orbitals (Geometry Arrangement) Examples s,p sp Linear BeCl2 s, p, p sp2 Trigonal Planar BF3 s, p, p, p sp3 Tetrahedral CH4 s, p, p, p, d sp3d Trigonal Bipyramidal PCl5 s, p, p, p, d, d sp3d2 Octahedral SF6 Dengan mengetahui jenis dan jumlah orbital atom pusat yang terlibat dalam proses pembentukan ikatan, kita hanya dapat menentukan bentuk geometri (domain elektron) molekul bersangkutan. Sementara untuk menentukan bentuk molekul, kita dapat menggunakan teori VSEPR. Dengan demikian, teori hibridisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari teori VSEPR. Melalui kombinasi kedua teori tersebut, kita dapat mempelajari jenis dan jumlah orbital yang terlibat dalam pembentukan ikatan sekaligus meramalkan bentuk molekulnya.


Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar