0
CATATAN KAKI
Rabu, 04 Desember 2013
Ipa Smanda3
Posted by : Aryanti dwiokta wandira
Ibid (dari bahasa Latin, kependekan
dari kata “ibidem” yang berarti
“tempat yang sama”) adalah istilah
yang digunakan pada catatan kaki
atau referensi yang menunjukkan
bahwa sumber yang digunakan
tersebut telah dikutip juga pada
catatan kaki sebelumnya. Hal seperti
ini sama artinya juga dengan idem
(yang berarti telah disebutkan
sebelumnya atau sama) disingkai
“Id.,” yang umum digunakan pada
kutipan legal.
Contoh penggunaan ibid:
[1] Ferdian., “tindakan kecil orang-
orang besar”, RumbiPress, 2010,
hal.23
[2] Ibid
[3] Id. at 29.
Referensi dari catatan kaki no. 2
adalah sama dengan no. 1
(Ferdian, “tindakan kecil orang-
orang besar” pada hal 23),
sedangkan referensi no 3
menunjukkan sumber yang sama
tetapi hal yang berbeda, halaman 29.
Sumber dari ibid adalah tepat pada
no sebelumnya.
Selain ibid, juga dikenal bahasa
kutipan lain yaitu Op.Cit (opere
citato/kutipan sebelumnya yang
telah diselangi oleh kutipan sumber
lain) dan loc.cit (locere
citato=kutipan yang telah
disebutkan pada halaman/bab
selanjutnya). Penggunaan loc.cit dan
Op.Cit sekarang sudah jarang
digunakan lagi.
Dalam metode kutipan
Kate.L.Turabian (oxford) kutipan
tersebut diganti dengan sebagian
nama penulis, sebagian nama buku,
dan halaman.
Contoh penggunaan Op.Cit:
Satjipto Raharjo, Hukum Masyarakat
dan Pembangunan (Bandung:
Alumni, 1976), 111.
Daniel Goleman, Emotional
Intelligence. (Jakarta: Gramedia,
2001), 161.
Bobby dePorter & Mike Hernacki,
Quantum Bussiness, terj. Basyarah
Nasution, (Bandung: Kaifa, 2000),
63-87.
Rahardjo, Op.Cit., 125.
Contoh penggunaan lo.cit:
Sarwiji Suwandi, “Peran Guru dalam
Meningkatkan Kemahiran Berbahasa
Indonesia Siswa Berdasarkan
Kurikulum Berbasis Kompetensi”,
Kongres Bahasa Indonesia VIII,
(Jakarta : Pusat Bahasa Departemen
Pendidikan Nasional Republik
Indonesia, 2003), 1-15.
Suwandi, Loc.Cit
Artikel Terkait:
Label:
Aryanti Dwi Okta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar