Rabu, 04 Desember 2013
Ipa Smanda3
Posted by: aryanti dwi okta wandira
Wikipedia ™ Tampilan kecil
(''mobile'') Tampilan besar
(''desktop'')
Konten tersedia di bawah CC BY-
SA 3.0 kecuali apabila
disebutkan lisensi yang lain.
Terms of use Privasi
Tuju ke
Dalam fisika, kinematika adalah
cabang dari mekanika klasik yang
membahas gerak benda dan
sistem benda tanpa
mempersoalkan gaya penyebab
gerakan.[1][2][3] Kata kinematika
dicetuskan oleh fisikawan Perancis
A.M. Ampère cinématique[4] yang
ia ambil dari Yunani Kuno κίνημα,
kinema (gerak), diturunkan dari
κινεῖν, kinein.[5] [6] Hal terakhir
ini berbeda dari dinamika atau
sering disebut dengan Kinetika,
yang mempersoalkan gaya yang
memengaruhi gerakan.
Studi mengenai kinematika biasa
disebut juga sebagai geometri
gerak.[7]
Kinematika dari benda bergerak
Besaran kinematika untuk
partikel klasik: massa m, posisi
r, kecepatan v, percepatan a.
Kinematika partikel adalah studi
yang mempelajari karakteristik
gerak suatu partikel. Posisi suatu
partikel didefinisikan sebagai
vektor koordinat dari awal titik
acuan ke partikel. Sebagai contoh,
anggaplah ada sebuah menara
setinggi 50 meter di sebelah
selatan rumah anda, dimana titik
acuannya adalah rumah anda,
dengan timur sebagai sumbu-x
dan utara sebagai sumbu-y, maka
koordinat vektor menara tersebut
adalah r=(0, -50, 0). Vektor
koordinat di puncak menara adalah
r=(0, -50, 50).
Dalam bentuk 3 dimensi, posisi
titik P dapat dituliskan sebagai
dengan xP, yP, dan zP adalah
koordinat Kartesian dan i, j dan k
adalah unit vektor yang mengikuti
sumbu x, y, dan z. Besar dari vektor
posisi | P| adalah jarak antara titik P
dengan titik acuan, dapat
dituliskan sebagai:
Trajektori dari sebuah partikel
adalah fungsi vektor terhadap
waktu, P(t), yang mendefinisikan
kurva yang dibentuk dari partikel
yang bergerak, yang akan
memberikan persamaan
dengan koordinatxP, yP, dan zP
masing-masing adalah fungsi
Artikel Terkait:
Label:
Aryanti Dwi Okta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar