0
MASYARAKAT MADANI
Rabu, 04 Desember 2013
Ipa Smanda3
Posted by : Aryanti dwiokta wandira.
MASYARAKAT MADANI
Pengertian Masyarakat Madani
Masyarakat madani adalah
masyarakat yang beradab,
menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan, yang maju dalam
penguasaan ilmu pengetahuan, dan
teknologi.
Allah SWT memberikan gambaran
dari masyarakat madani dengan
firman-Nya dalam Q.S. Saba’ ayat 15:
Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada
tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat
kediaman mereka yaitu dua buah
kebun di sebelah kanan dan di
sebelah kiri. (kepada mereka
dikatakan): “Makanlah olehmu dari
rezki yang (dianugerahkan)
Tuhanmu dan bersyukurlah kamu
kepada-Nya. (Negerimu) adalah
negeri yang baik dan (Tuhanmu)
adalah Tuhan yang Maha
Pengampun”.
Masyarakat Madani Dalam Sejarah
Ada dua masyarakat madani dalam
sejarah yang terdokumentasi
sebagai masyarakat madani, yaitu:
1) Masyarakat Saba’, yaitu
masyarakat di masa Nabi Sulaiman.
2) Masyarakat Madinah setelah
terjadi traktat, perjanjjian Madinah
antara Rasullullah SAW beserta umat
Islam dengan penduduk Madinah
yang beragama Yahudi dan
beragama Watsani dari kaum Aus dan
Khazraj. Perjanjian Madinah berisi
kesepakatan ketiga unsur
masyarakat untuk saling menolong,
menciptakan kedamaian dalam
kehidupan sosial, menjadikan Al-
Qur’an sebagai konstitusi,
menjadikan Rasullullah SAW sebagai
pemimpin dengan ketaatan penuh
terhadap keputusan-keputusannya,
dan memberikan kebebasan bagi
penduduknya untuk memeluk
agama serta beribadah sesuai
dengan ajaran agama yang
dianutnya.
Karakteristik Masyarakat Madani
Ada beberapa karakteristik
masyarakat madani, diantaranya:
1. Terintegrasinya individu-individu
dan kelompok-kelompok ekslusif
kedalam masyarakat melalui kontrak
sosial dan aliansi sosial.
2. Menyebarnya kekuasaan sehingga
kepentingan-kepentingan yang
mendominasi dalam masyarakat
dapat dikurangi oleh kekuatan-
kekuatan alternatif.
3. Dilengkapinya program-program
pembangunan yang didominasi oleh
negara dengan program-program
pembangunan yang berbasis
masyarakat.
4. Terjembataninya kepentingan-
kepentingan individu dan negara
karena keanggotaan
Artikel Terkait:
Label:
Aryanti Dwi Okta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar