0
BUDAYA POLITIK
Rabu, 04 Desember 2013
Ipa Smanda3
Posted by : Aryanti dwiokta wandira.
Budaya politik merupakan pola
perilaku suatu masyarakat dalam
kehidupan benegara,
penyelenggaraan administrasi
negara, politik pemerintahan,
hukum, adat istiadat, dan norma
kebiasaan yang dihayati oleh
seluruh anggota masyarakat setiap
harinya. Budaya politik juga dapat
di artikan sebagai suatu sistem
nilai bersama suatu masyarakat
yang memiliki kesadaran untuk
berpartisipasi dalam pengambilan
keputusan kolektif dan penentuan
kebijakan publik untuk masyarakat
seluruhnya.
Bagian-bagian budaya politik
Secara umum budaya politik
terbagi atas tiga :
1. Budaya politik apatis (acuh,
masa bodoh, dan pasif)
2. Budaya politik mobilisasi
(didorong atau sengaja
dimobilisasi)
3. Budaya politik partisipatif (aktif)
Tipe-tipe Budaya politik
Budaya politik parokial yaitu
budaya politik yang tingkat
partisipasi politiknya sangat
rendah. Budaya politik suatu
masyarakat dapat di katakan
Parokial apabila frekuensi
orientasi mereka terhadap empat
dimensi penentu budaya politik
mendekati nol atau tidak memiliki
perhatian sama sekali terhadap
keempat dimensi tersebut. Tipe
budaya politik ini umumnya
terdapat pada masyarakat suku
Afrika atau masyarakat pedalaman
di Indonesia. dalam masyarakat ini
tidak ada peran politik yang
bersifat khusus. Kepala suku,
kepala kampung, kyai, atau
dukun,yang biasanya merangkum
semua peran yang ada, baik peran
yang bersifat politis, ekonomis
atau religius.
Budaya politik kaula
(subjek),yaitu budaya politik yang
masyarakat yang bersangkutan
sudah relatif maju baik sosial
maupun ekonominya tetapi masih
bersifat pasif. Budaya politik suatu
masyarakat dapat dikatakan
subyek jika terdapat frekuensi
orientasi yang tinggi terhadap
pengetahuan sistem politik secara
umum dan objek output atau
terdapat pemahaman mengenai
penguatan kebijakan yang di buat
oleh pemerintah. Namun frekuensi
orientasi mengenai struktur dan
peranan dalam pembuatan
kebijakan yang dilakukan
pemerintah tidak terlalu
diperhatikan. Para subyek
menyadari akan otoritas
pemerintah dan secara efektif
mereka di arahkan pada otoritas
tersebut. Sikap masyarakat
terhadap sistem politik yang ada
ditunjukkan melalui rasa bangga
atau malah rasa tidak suka. Intinya,
dalam kebudayaan politik subyek,
sudah ada pengetahuan yang
memadai tentang sistem politik
secara umum serta proses
penguatan kebijakan yang di buat
oleh pemerintah.
Budaya politik partisipan,yaitu
budaya politik yang ditandai
dengan kesadaran politik yang
sangat tinggi. Masyarakat mampu
memberikan opininya dan aktif
dalam kegiatan politik. Dan juga
merupakan suatu bentuk budaya
politik yang anggota
masyarakatnya sudah memiliki
pemahaman yang baik mengenai
empat dimensi penentu budaya
politik. Mereka memiliki
pengetahuan yang memadai
mengenai sistem politik secara
umum, tentang peran pemerintah
dalam membuat kebijakan beserta
penguatan, dan berpartisipasi aktif
dalam proses politik yang
berlangsung. Masyarakat
cenderung di arahkan pada peran
pribadi yang aktif dalam semua
dimensi di atas, meskipun
perasaan dan evaluasi mereka
terhadap peran tersebut bisa saja
bersifat menerima atau menolak.
Artikel Terkait:
Label:
Aryanti Dwi Okta
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar